Showing posts with label LPDP. Show all posts
Showing posts with label LPDP. Show all posts

Tuesday, November 15, 2016

Terimakasih Bidikmisi dan LPDP

Posted by Upiet at 12:42 AM 1 comments

Adelaide, Spring 2016

Tak pernah terbayang sebelumnya untuk bisa menikmati semerbak harumnya cheerry blossom saat musim semi di negeri kanguru bagian selatan Australia, Adelaide. Diberi kesempatan untuk melanjutkan belajar di sini itu bak membuka pintu-pintu mimpi yang masih terkunci erat. Menaruh mimpi di setiap ruang yang tersekat oleh dinding dan perlu kunci untuk membukanya satu persatu hingga mimpi itu terbuka. Tidak semudah mengejapkan mata. Namun butuh doa, nekad dan nyali besar untuk mendapatakannya.
Tepatnya 6 tahun lalu, kiranya adalah waktu dimana saya mulai tahu tentang mimpi besar itu. Yaps, kuliah. Mendengar saya ingin kuliah waktu itu, sontak ibu saya tercengang.
“Mana mungkin bapakmu bisa menguliahkan kamu nduk?”, itulah kata yang keluar pertama kali dari mulut ibu saya.
Belum selesai kemudian saya bilang, “Ini gratis kok bu, ndak dipunggut sedikitpun biaya”. “Nanti saya juga akan dapat uang hidup bulanan”.
“Sudah jangan mimpi kamu nduk, mana ada kuliah gratis”, pungkasnya singkat.
Hal yang sama yang sempat saya rasakan selepas lulus SMP, hendak melanjutkkan sekolah SMA. Berbakal dengan bantuan Rp. 5000 untuk membeli formulir pendaftaran waktu itu dari uang pemberian wali kelas saya. Nyatanya, Allah memberi jalan hingga saya bisa menyelesaikan SMK saya dengan bantuan beasiswa dan juga iuran guru-guru semasa SMP saya.
Kini lebih nekad lagi. Iya, memang masih seperti mimpi. Kuliah bukan hal yang murah. Apalagi di kampung saya masih sangat jarang orang bisa kuliah apalagi dengan beasiswa. Namun,semangat saya tidak pupus begitu saja. Saya ikut mendaftar kuliah di Universitas Negeri Malang(UM) melalui jalur Bidikmisi. Polosnya saya, saya bahkan tidak tahu ujungnya kampus UM itu dimana. Saya buta tentang kuliah. Karena semua orang waktu itu mengidamkan untuk bisa bekerja. Entah, akhirnya saya memutuskan ikut seleksi Bidikmisi. Saya lengkapi berkas persyaratannya dan kuselipkan ribuan doa di setiap lembarnya. Diantarlah oleh Bu Wiwik, guru BK di sekolah SMKku waktu itu. Bismillah.
Berbulan lamanya menanti pengumuman, sempat galau gegara teman teman saya sudah mencari jalan hidupnya masing-masing. Ada yang sudah kerja di sini di situ. Akhirnya nekad saya urus kartu kuning, kartu untuk persyatan mencari kerja. Nyaris hampir saya putus asa karena pengumuman tak kunjung tiba. Saya memutuskan ikut teman-teman untuk mencoba mengarungi nasib di Kota Batam, kota favorit untuk mengais rupiah katanya. Karena orientasi masa itu adalah kerja kerja dan kerja. Namun, tak lama sepertinya Allah membukakan pintu mimpi-mimpiku selanjutnya.
“Takdirmu lain nak, kamu diterima di Universitas Negeri Malang, Jurusan Bahasa Inggris penuh dibiayai oleh Bidikmisi”
Mendebarkan adalah ketika momen pengumuman lolosnya saya menjadi mahasiswa bidikmisi ini. Kali itu jaman warnet masih jarang, masih ingat betul waktu harus ngontel ke warnet, dan pulang tahu ketika diterima, sekuat-kuatnya saya kayuh sepedaku sesampainya di rumah, “Bu, saya keterima kuliah, kuliahhh bu. Alhamdulillah, jadi kuliah”. Tetes eluh ibu saya rasanya mengungkapkan begitu luar biasa bangganya waktu itu. Anak hanya dari seorang buruh tani berani-beraninya menantang dirinya untuk kuliah. Pilihan macam apa waktu itu?
Entah pilihan Allah mana lagi yang terbaik yang Ia pilihkan. Mengambil Bahasa inggris itu sempat menjadi mimpi buruk di awal semester. IP pas- pasan gegara background kuliah dari tata busana kemudian berjibun dengan grammar, literature, essay. Namun, perlahan hingga lulus saya bisa menyelesaikan tugas belajar saya di UM dengan baik.
Lika-liku menjadi mahasiswa bidikmisi rasanya amat sangat luar biasa. Tidak dapat dipungkiri jika suatu saat beasiswa macet turun. Muter otak bagaimanapun caranya saya bisa hidup adalah tugas kedua selain belajar. Akhirnya menjadi tukang juru reportase koran lokal menjadi andalan saya. Sempat menjajali menjadi tukang penerjemah, namun belum rejeki, karena berkerja pernah tak terupahi. Ingat betul, disaat-saat tahun akhir kuliah. Selain itu, saya juga ngalor-ngidul mencoba mengamalkan ilmu di salah satu sekolah dan bimbingan belajar juga tidak kalah bikin hidup makin serabutan. Godaan makin besar. Wira wiri malang, lelah di jalan. Hujan, malam-malam mengontrol gas sepeda motor. Sempat lagi ketika waktunya membaayar uang kos namun belum cair, sengaja bapak ibu saya mencarikan pinjaman dan mengebalikan saat uang sudah cair. Terkadang harus dicicil sampai sungkan ketika harus ditagih.   
Jika ditanya kontribusi apa yang kamu bisa berikan saat selama 4 tahun kuliah di UM dengan bidikmisi? Rasanya pertanyaan ini benar-benar membuat malu. Saya adalah mahasiswa biasa, bukan dengan IPK cumlaude dan segudang prestasi akademik yang membanggakan. Saya hanya mahasiswa yang hanya mampu menyisihkan sedikit waktunya sekedar berbagi bahagia bersama kawan seperjuangan di Formadiksi UM, walau hanya terkadang menjadi juru tulis kadang menjadi juru dana. Sesekali tiap pekan mencoba menyibukkan diri merangkai berita di LPM Siar, UKMP. Terkadang juga ikut nimbrung di HMJ Legato. Bersyukur bisa belajar dengan orang-orang hebat di sana. Mengenal uniknya mahasiswa penuh talenta dan inspirasi.
Ditengah riuhnya kuliah, saya memberanikan diri memperpanjang mimpiku. Duhai negeri kanguru, apa mungkin saya bisa kesana? Hingga pada akhirnya, 2014 selepas wisuda saya berangkat dengan lagi-lagi mimpi saya. Saya mendaftar LPDP jalur afirmasi, dikarenakan saya alumni bidikmisi dengan IPK cumlaude. Alhamdulillah, dengan ijin Allah dan restu orang tua saya, 2016 awal saya berangkat ke negeri impian, Australia. Ini bukan mimpikah?
Sembari menunggu LPDP, saya memutuskan untuk mengadibkan diri di salah satu sekolah dasar di kabupaten Malang. Mereka adalah inspirasi kesekianku untuk bisa mengejar mimpi saya. Benar-benar mengabdikan waktu dari pagi petang hingga malam petang. Demikian dan seterusnya. Pagi menyalami tangan mungil generasi emas Indonesia, siang menemani mereka yang berjuang dengan tumpukan tugas tugas sekolah dan malam sesekali memutar memori lama pelajaran sekolah untuk anak-anak di kampung saya. Melalahkan itu pasti.
Untuk bisa berada di Adelaide ini, butuh perjuangan yang cukup sayang jika hanya dikenang. Diam-diam saya apply LPDP, karena pada saat itu saya baru saja diterima menjadi guru di salah satu sekolah dasar. Setelah dinyatakan lolos LPDP, saya mengikuti tes di Surabaya. Berempat dengan kawan alumni bidikmisi, petang itu kami berangkat naik motor malam-malam. Bingung mencari tumpangan tempat tinggal. Setelah dinyatakan lolos, mau tidak mau saya harus meninggalkan sekolah saya. Ini momen terberat kesekian di saat saya harus melepas apa yang sudah saya raih dengan susah payah. Melihat wajah-wajah polos penuh harapan dari murid-murid saya adalah seperti tamparan dosa yang sekalinya pedih tercambukkan ke muka saya. Mereka yang amat sangat berat melepas saya pergi. Sempat dibuat geram gegara tidak diijinkan. Ditakuit-takuti karena jika saya keluar kemungkinan saya tidak lain akan hanya ada penyesalan. Tapi ini demi mimpi, saya dengan berat hari meninggalkan mereka. Isak tangis sesakli dengan amarah murid-murid sempat mengacaukan pikiran. Resah berhari-hari. Tiap pagi malam selalu ditanya apa kabar ustadazah(sebutan saya di sekolah)?
Sampai awal 2015, saya mengikuti PK atau persiapan keberangkatan yang merupakan persyaratan wajib penerima LPDP. Waktu itu kami berangkat bersama beberapa teman alumni bidikmisi UM lainya menuju Jogja, salah satunya adalah Sahrul Romadhon, ketua Formadiksi 2011. Kami sempat terlantar, terusir ketika mencoba menumpang di emperan Masjid, tertinggal kereta, sampai kehilangan laptop. Sungguh, keberadaan mereka adalah semangat yang tak terbayarkan. Selain itu bisa bertemu orang-orang hebat dari seluruh negeri adalah angugerah mimpi kesekian saya dalam hidup. Mengikuti pengayaan Bahasa selama 6 bulan di Bandung. Menyisihkan sedikit rupiah untuk tes IELTS yang terkenal mahal. Pagi malam hari tiada kata selain belajar dengan IELTS. Pernah dibilang terlalu ambisius karena saya terlalu bermimpi untuk bisa belajar di Australia. “Tidak”, saya katakan. Ini adalah pilihanku dan saya harus bertanggung jawab untuk pilihan dan mimpiku yang telah saya perbuat sendiri.
Kini saya berada diujung semester tahun pertama saya. Banyak hal baru yang saya pelajari disini. Dunia belajar yang cukup bebeda dari Indonesia.
Bahagia adalah ketika saya bisa mengenalkan Indonesia di luar negeri. Sering menampilkan budaya Indonesia lewat tarian dan music tradisional di hadapan ratusan warga asing terkadang membuat hati terenyuh. "Cuma ini yang saya bisa”, mungkin begitulah gumamku ketika melihat penonton antusias melihat kami. Selain belajar, sangat bersyukur sekali bisa mengenal negara ini dengan orang-orang yang baik. Ikut mengabdi di Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia(PPIA) di Adelaide, menjadi volunteer inspirasi di salah satu sekolah di sini, berbagi sedikit kisah hidup bersama mentees saya. 
Semua itu berawal hanya dari mimpi tanpa sengaja terbuka satu persatu hingga menjadi kenyataan. Alhamdulillah, berkat Bidikmisi pula saya bisa berada di sini. Menyambung mimpi-mimpi yang lain. Menyiapkan kunci untuk membukanya.  Saya yakin, setiap dari kita pasti merasakan rasanya membuka satu persatu pintu mimpimnya. Namun, setiap dari kita pasti memiliki kunci masing-masing dan cara berbeda untuk membukanya. 
Terimakasih Bidikmisi.
Terimakasih LDPD.
Terimakasih sudah mengantarkanku untuk menjemput setiap mimpiku.


Penulis:
Fitria Ningsih
Alumni Mahasiswa Bidikmisi UM 2014, 
Mahasiswi Master of Education, Adelaide University, Australia

Apasih Bedanya Kuliah di Indonesia dan di Australia? (Pengalaman Kuliah di Australia)

Posted by Upiet at 12:31 AM 3 comments

Jika sering kali teman-teman kamu bertanya, "kenapa kamu lebih memilih kuliah di Australi?, emang apa bedanya kuliah di Indonesia?"

Waitttt, sebelumnya tulisan ini sifatnya subjektif ya? Berdasakan pengalamnku aja, jadi maaf kalau nanti ada yang beda pandangan atau pemikiran. Hehe

Yaps, begini, ngomong-ngomong soal mana yang lebih baik kuliah di Indo apa di Ostrali itu yang pasti ada plus minusnya ya? Cuman kalau dibandingin dari pengalaman sewaktu kuliah di Indo dan di sini itu cukup berberda. Bedanya dimana? Nah mari simak poin berikut!
1. Sistem Tugas
      Jika dulu sewaktu S1 kebanyakan tugas yang diberi dosen adalah bikin makalah dan kemudian presentasi, presentasi, presentasi dannnn presentasi, tapi kalau di sini kebanyakan NULIS ESSAY. nah, kenapa ketika kamu tes IELTS ada tes nulis essay, karena ini akan sangat bermanfaat ketika kamu kuliah di luar negeri. Satu lagi, setiap tulisan yang kita tulis dan akan di submit alias dikumpulkan, kita harus submit lewat Turnitin(salah satu alat untuk deteksi plagiasi). Nah kita akan tahu berapa banyak similarities atau kesamaan dengan tugas teman kita atau article yang dipublish di internet ataupun juga quotaition/kutipan dari article maupun jurnal. Karena ini sangat ketat terutama jika kamu kuliah di Adelaide, dan beberapa kampus lainnya di Australia. Orang sini sangat strick banget sama yang namanya plagiasi. Beda banget sama waktu kuliah S1 dulu, dimana mungkin masih banyak copy paste dan asal comot sana sini tanpa mereferensi dengan benar. Ini sangat penting bagi kalian jika mau kuliah di luar negeri, banyak-banyaklah latihan menulis essay. Masalah grammar jelas pasti ada. Akan sangat dimaklumi jika kita sebagai mahasiswa international jika mungkin kita membuat kesalahn grammar atau bahkan model essay yang harus to the poin alias ndak mbulet.
         Di sini, biasanya assignments akan di bagi menjadi berbagai sistem. Bisa jadi lewat essay, presentasi, dan blog, tentunya dengan bobot masing-masing yang berbeda. Untuk essay biasanya berkisar sekitar 1500, 2500 dan 3000 kata tergantung bobot presetasenya. Untuk nulis sebanyak itu sangat tidak mudah. Kita sudah disiabkan rubric penilaian oleh dosen kita tentang apa saja yang harus ditulis dalam essay tersebut. Jadi jika nilai keluar akan sangat mengacu pada rubric yang diberikan. Ini mungkin agak sulit bagi kalian yang belum terbiasa menulis essay. Jika dulu mungkin nulis essay masih ngalor ngidul ndak jelas, mugkin bisa dilatih bagaimana menulis essay yang baik, dari introduction, body dan conclusionnya. Ini salah satu challenge pertama ketika mengerjakan assignment essay yang diberikan oleh dosen saya di sini.
       Satu hal yang paling ngtren kalau pas ngerjain assignment itu adalah DUEDATE tugas. Dimana semua akan hetic dengan detik-detik pengumpulan tugas. Kebetulan aku orangnya bukan yang well prepared dimana kurang seminggu udah disubmit. NOOOOO. Entah kenapa ide itu muncul saat detik detik 5 jam sebelum tugas dikumpukan. Bayangkan dalam sehari selesei 2000 kata misal. Ini contoh yang baik. Hehe. Harusnya tugas paling tidak sehari sebelum dikumpulin harusnya selesei. Oh ya, di kampusku, di Uni Adelaide, ada writing centre, dimana kita bisa konsultasi tugas maupun mengecekkan tugas kita sama staff yang kerja disana. Biasanya mereka akan bantu kita menyusun tugas kita atau kasih saran bahkan sekedar cek grammar. Ini salah satu fasilitas yang dibuka untuk umum. Jadi FREE, tinggal kita datang ke HUB dan nunggu deh. Mungkin ini jarang ditemuin di Indo karena kita jarang dapet tugas untuk menulis essay. Yaah kan??? :D
2. Cara Belajar
      Kita di sini dituntut untuk belajar mandiri. Semua course atau matakuliah yang kita ambil, materi, PPT, list bacaan sudah disiapkan dan available bahkan sebelum kuliah di mulai. Tujuannya agar mahasiswa siap ketika datang ke kelas dengan bacaan yang diberi atau materi yang berikan per weeknya. Ini cukup sedikit berbeda dengan di Indo. Mungkin hanya beberapa dosen saja yang mempunyai cara ini untuk menyiapakan mahasiswanya agar tidak masuk ke kelas dalam keadaan ngeblank aliar holaholo. Tapi, selama satu tahun di sini, semua dosen siab dengan materi yang akan diajarkan sebelum hari H pelajaran. Kenapa kok gini? Karena kebanyakan sistem belajar kita adalah diskusi. Kebanyakan sistem belajar di sini adalah students-centered, dimana dosen hanya sebagai fasiliator. Mahasiswa lebih banyak berinteraksi dengan teman2nya untuk diskusi grup misalnya. Selain itu, setiap pelajaran, biasanya dosen akan merecord apa yang dijelaskan. Jadi ketika kuliah sudah selesei, kita masih bisa mendengarkan kembali apa yang dosen kita jelaskan. Ini enaknya kuliah di sini. Kalau di Indo, mungkin kita harus memperbanyak catatan setiap weeknya.
    Cara belajar lainnya yang menarik yaitu fasilitas pendidikan sangatlah ditunjang dengan baik oleh kampus. Rasanya jika hari2 kuliah, kampus tidak akan sepi dengan mahasiswa yang lalu lalang. Belajar di pojok-pojok ruangan didukung akses wifi yang kenceng. Apalagi perpustakaan, tempat paling rame seantero kampus, apalagi saat musim assignments. Jangan harap ada space kosong. Bahkan sampai lesehan di lantai pun udah biasa. Cukup beda kalau kita mampir ke perpus kalau ada maunya alias cuman pas semester akhir sibuk-sibuknya ngurus skripsi. heheh #pengalaman.
       Satu lagi, di sini ada yang disebut HUB, tempat pusat belajar, nongkrong dan diskusinya mahasiswa. Tempat yang paling nyaman dengan disiapin ratusan komputer, dan kursi sofa yang empuk, yang pasti bikin mahasiswa gamau balik kalau udah duduk anteng di HUB. Mungkin fasilitas ini yang agak jarang ditemuin di Indo. Bisa jadi tempat ini mirip-mirip kantin dan gasibu cuman agak gedean dimana harusnya dilengkapi tempat belajar dan diskusi.
      Ngomongin cara belajar baik in class maupun out class, intinya kita dituntut untuk lebih gesit dari biasanya. Jika di Indo kita lebih banyak ngandelin dosen ceramah di kelas, tapi disini kita yang harus lebih banyak ngomong di kelas. Yang pasti, belajar menyesuaikan dengan tempat yang baru, lama-lama kita akan terbiasa dengan cara belajar di sini dan semoga bisa ditularkan sama sistem yang di Indo.
3.  Fasilitas
      Sebagian faslitias udah dibahas dibahas di poin sebelumnya. Gak papa, dilanjutin di sini ya?
Yaps, enaknya kuliah di sini, kita dapat jatah untuk print dan foto copy dari kampus. Sebenarnya mungkin ini sudah keitung dari SPP mungkin. Cuman, setiap mahsiswa akan diberi jatah $18 setiap semesternya untuk biaya print, scan, dan FC. Ingat, di sini gak ada warnet dan tempat FC yang sebakre dekat kosan dan kampus ya? hehe. Kalau di Indo, tinggal keluar kampus pasti udah berjejer tampat print dan FC. Nah kalau di sini sudah disediain oleh kampus. Trus kalau kuota habis? yah yang pasti kita harus ngisi lagi, charge kayak pulsa gitu. Canggih pokoknya. hehe. Trus yang FC atau ngerprinin siapa?? Helloo,, oh ya disini kita dituntut mandiri, mandiri, dan mandiri, jadi segala sesuatu dialkukan sendiri. Bisa jadi, ntar sesudah lulus bisa buka tempat Fotocopian mah ini. Hehe
    Ngomong soal fasilitas mah gak bakal ada habisnya. Mulai dari spot belajar paling asik, tempat ngopi dan jajan paling murah, kitchen buat makan siang, tempat refreshing saat assignment numpuk sepertinya udah lengkap di kampus. Tinggal pinter-pinter kita memanfaatinya aja. Sama halnya di Indo yang juga gak kalah kan? Cuman kitanya mungkin yang kurang peka dan kurang seidkit nyaman untuk memanfaatkanya.
.
.
.
.
.
.
.
Masih banyak yang akan aku tulis disini, terutama tentang pelayanan kampus terhadap mahasiswanya dan banyakkk lagi tentang cerita dosen dan teman kelas.
Tunggu di tulisan selanjutnya yah?
stay tuned.

^--------^

Thursday, June 30, 2016

Keluarga Besar Awardee LPDP Adelaide

Posted by Upiet at 12:49 AM 0 comments
Alhamdulillah,
Anugerah terindah yang kesekian untuk bisa berkumpul dengan orang-orang kece dari berbagai asal dan profesi dari Indonesia ini, tentunya dimana lagi kalau bukan di tanah rantau, Adelaide. Kesempatan yang warrrrbiasahh bisa kenal mereka, dan kenal kamu pastinya, heiihh apasih. hahah


Adelaide, 26 June 2016.
Lurah LPDP di Adelaide, kang Arham sengaja mengajak kami berkumpul dalam rangka silaturahmi dan peresmian lurah baru kami, Kang Yanuar. Jika selama ini kami cukup dekat lewat wasap, nah kemarin kami didekatkan lagi lewat buka bareng di Cafe Gembira-nya Wak Ukar. Ketemu dengan keluarga2 baru itu rasanya, erh entah rasanya nanonano. Intinya, kita bisa berbagi dengan yang lain itu udah lebih dari cukup. Cukup bikin iri kadang tentang apa yang sudah mereka capai selama ini. Pokoknya, mereka orang2 terkeren yang pernah ku temui. heheh #lebai ya? Mereka menginspirasi sangattt wes.

Kalau tahun lalu katanya awardee LPDP di adelaide cuma sekitar 10 orang, sekarang sudah berlipat-lipat. Alhamdulillah ya? :D. Di Adelaide sendiri, terdapat tiga kampus besar dimana para Awardee LPDP tersebar, Adelaide University, Flinders Univesirty, dan University of South Australia (Unisa). Semoga semakin bertambah tiap semesternya, supaya keluarga Awardee LPDP di Adelaide makin besar.

Ini kali kedua pertemuan Awardee LPDP di Adelaide yang pernah kuikuti. Dulu awal-awal di sini, senior2 awardee mengadakan barbecue party dalam rangka menyambut kedatangan awardee baru. Kali ini pengakraban buat yang baru juga buat yang akan BFG dan kembali ke tanah air seperti kang Arham dan Mas Iqbal. Jadi teringat topik seminar masa2 PK, "Aku pergi untuk kembali". Kami datang ke Adelaide untuk pergi, jika tugas kami di sini usai kami akan kembali ke Indonesia untuk mengabdi dan berbagi apa yang kami dapat di sini.
 
Kemarin ketemu sama Ma'am Yusni, salah satu dosen sasing di UM. Beliau ini bisa dikatakan sebagai penyelamatku di LPDP yang mengantarkanku bisa ke negeri kangguru ini. Pasalnya, disaat kalut mau kuliah dimana, teman saya menyarkan untuk mengontact ma'am Yusni dan membuatkan surat rekom ke LPDP tentang Adelaide Uni.  Gak pernah sedikitpun kebayang bisa sampai di sini, apalagi kuliah di Adelaide. Jika selama ini mimpinya bisa ke Melbourne, tapi nyatanya Allah memberikan yang terbaik untuk bisa kuliah di Adelaide. Semoga aku bisa istiqomah di sini, dan lebih rajin lagi.

Tapi ada satu hal yang bikin baper kalau lagi asyik kumpul gini, sebagian dari mereka sudah pada berkeluarga. Haha, sudah pasti tahu rasanya kalo lagi jomblo, eak. heheu. Eh seengaknya kalau gak ngobrol sama ibu2 istrinya mas2 awardee, bisa main2 sama anak2nya. Yah tapi segitunya banget ya?
Wait wait ini kok malah curhat.

Well, sekilas itulah yak. Hehe. Intinya seneng banget bisa berbagi dan mengakrabkan diri dengan keluarga Awardee LPDP di Adelaide. Semoga kita bisa saling menyemangati satu sama lain dan saling mengingatkan untuk tidak lupa arah jalan pulang. Hehe.

Sekian, dan salam dingin dari Adelaide.

Adelaide,
Winter 2016

Thursday, March 31, 2016

You Must DO THIS when Visiting, Adelaide, SA

Posted by Upiet at 4:27 PM 0 comments
Sisi Kotaku, Adelaide
Adelaide merupakan salah satu kota besar di Australia yang katanya jauh lebih nyaman dan tenang pun tak seramai Melboune dan Sidney. Jika kamu salah satu penggemar Raditya Dika sudah pasti tahu kota ini. Yaps, kota yang berada di bagian selatan Australia yang dianugrahi dari nama Ratu Adelaide, istri Raja William IV ini benar-benar berhasil memikat hati. Sudut-sudut kotanya yang indah memang sayang kalau dilewatkan begitu saja. BAngunan-bangunan tua era abad 20 an masih kokoh berdiri di sepanjang kota Adelaide.
Lain Malang lain Adelaide. Jika di Malang saya terbiasa hidup dengan udara sejuk dan dingin kemudian datang saat Summer(musim panas)  memang benar-benar harus dipersiapkan dari awal. Tidak heran jika kemana-kemana menjumpai orang hanya mengenakan celena pendek, sandal, payung dan pastinya kacamata hitam.  Summer di sini benar-benar menyengat, jadi siap-siap kulit gosong kalo tidak pakai sunblock.  Bisa jadi suhu meningkat higga 39oC. Namun, Adelaide akan indah pada waktunya, terutama saat ini sudah mulai memasuki Autumn atau musim gugur. Ah, tak sabar menikmati indahnya daun berguguran di sepanjang jalan.
Oh ya, buat kalian yang ingin berjelajah ke seluruh kota Adelaide pastikan kamu memegang Metrocard(kartu untuk naik bus). Jangan kuatir jika kamu hanya ingin beberapa hari saja, kamu bisa menggunakan single-trip dengan harga 1.3 $ AUD saja. Bahkan kamu juga bisa menggunakan tram atau bus gratis untuk keliling kota Adelaide ini. BErikut tempat yang sangat recommended buat kamu kunjungi.
Free Zone alias Gratis
Jika kamu berkunjung ke Adelaide, pastikan kamu mengunjungi tempat-tempat yang sengaja ditujukan untuk kalian yang tidak mau merogoh kocek banyak. Mainlah ke Art Gallery SA dimana kamu akan menemui koleksi karya-karya seni masterpis terkenal. Juga Museum SA dimana kamu bisa menikmati peninggalan sejarah suku Aborigin. Jika kamu pecinta koleksi bacaan, rasanya wajib datang ke State Library SA. TEmpat yang sangat artistic bak bangunan Hogwart di film Harry Potter. SUngguh menakjubkan dengan koleksi buku tertata rapih di setiap sekat-sekatnya. Ketiga tempat tersebut saling berdekatan, jadi cukup dijangkau dengan jalan kaki saja.


Art Gallery
Lagi, jika kamu pecinta outdoor, mainlah ke Park alias taman. Di sini sangat sering dijumpai orang-orang bule yang lagi ngobrol santai di taman-taman. Biasanya saat weekend mereka sering mengadakan Barbeque Party. Botanic Garden, Bonython Park dan banyak lainnya yang recommended banget di sini. Terutama Botanic Garden, tempat favorit para wisatawan saat musim gugur ini paling tidak boleh ditinggalkan jika kalian ingin menikmati star leaves berterbangan dan gugur. Atau kalau kalian suka “Mantai” terutama di musim panas seperti sekarang, pantai merupakan pilihan favorit orang-orang sini untuk menghabiskan weekend mereka. Ada Glenelg  Beach, Henley Beach, West Beach dan masih banyak pantai di sini yang sangat mudah di akses karena Adelaide sendiri berada dekat pantai, pesisir pantai lebih tepatnya. Cukup akses dengan bus atau tram kamu bisa menikmati indahnya sunset di malam hari. Kamu juga bisa mengunjungi Victor Harbor. TEmpat di mana kamu bisa melihat penguin secara langsung. Bisa juga berjelajah ke Granite Island. Bisa juga menyewa  kereta kuda dengan ditarik. Tentunya semua gratis. Anda tertarik?


Shopping Area
Jika kamu suka shopping, Adelaide punya sejuta tempat belanja dari yang murah hingga yang berkelas.  DAtang saja ke Rundle Mall, life-city yang beroperasi dari jam 9 pagi hingga jam 7 sore ini amat sangat ramai pengunjung. Tidak hanya untuk berbelanja di deretan mall-mall sepanjang Rundle st, mereka biasanya nongkrong asyik dan ngopi di kursi-kursi yang sudah disediakan. Sesekali ada hiburan live music gratis bahkan show-show unik tertentu. Jika kamu datang ke tempat ini kamu benar-benar merasakan kalau kamu sudah berada di Luar Negeri. Twin Balls merupaka iconic dari Rundle mall ini. Kmart merupakan salah satu tempat yang lumayan terjangkau harganya.
Tidak hanya itu kamu juga bisa datang ke Harbour Town, atau kalau orang Indonesia yang di sini menyebutnya Harto. Deretan Mall yang memasang harga jauh lebih murah di bandingkan Rundle mall memang benar-benar tak pernah sepi pengunjung. Ada juga Salvos Stores yang tersebar di bebebara tempat di Adelaide juga memikat hati warga sini. Salvos Store merupakan tempat penjualan barang second-hand tapi kualitas tak kalah berkelasnya. Tempat ini merupakan salah satu tempat yang memiliki misi untuk Charity. Tempat yang dikelola oleh badan Army Australia dimana hasil penjualannya digunakan untuk keperluan amal. Banyak tempat tempat belanja yang serupa, seperti Red Cross Australia, dimana hasil penjualanya digunakan untuk kegiatan donor darah.
JIka kamu suka diskon, tentunya diskon di sini benar-benar berbeda dengan Indonesia. Datanglah ke Sunday Market. Kamu bisa mendapatkan satu bag besar barang-barang dengan hanya 10$ saja. Prinsipnya siapa cepat dia dapat. Jangan kaget kalau kamu datang ke sini sudah berjibun orang yang antri. Satu lagi, Central market. Di sini kamu belanja aneka buah dan sayur. Central market atau biasanya disebut CM, merupakan pusat pasarya orang Adelaide. Tempat ini membuka obral diskon gila-gilaan menjelang tutup pada hari sabtu sekitar pukul 1-3 siang. Dimana kamu akan memborong barang murah dengan bandrol 1$ saja untuk seplastik kentang, buncis, buah, bawang, cabai. Gimana murah bukan?

Festival
Dikenal sebagai Kota Sejuta Festival, Adelaide menyajikan hiburan istimewa untuk kalian yang berkung ke tempat ini. Baru-baru ini Adelaide Fringe yang diselenggarakan selama ferbruari sampai maret menyajikan ribuan artis dai berbagai bidang seperti komedi, teater, visual dan digital art. Kamu juga bisa menikmati indahnya gedung-gedung tua yang dihiasi lampu animasi dengan cerita tertentu. Berikut foto Adeliade Illuminations.  

Beberpa minggu lalu juga ada CLipsall 500. Saat ini aja juga WOMAdelaide, dimana kamu bisa menikmati raturan konser music dari seluruh dunia. Di sini juga disediakan tempat khusus untuk menikmati festival seperti Adelaide Festival of Arts, Adelaide Festival Centre, dan Adelaide SYmphoni Orchestra.Tentunya masih banyak festival menarik lainya di sini. Dijamin tidak nyesel datang ke kota ini.
Kangguru
KAngguru, siapa yang tidak kenal iconic Australia kali ini. Saya sempat menikmati wisata gratis berkunung ke Urimbira Wildlife Park saat dalam rangka Orientation week di University of Adelaide. Pertama kalinya melihat kangguru, memberi makan, berfoto dengan kangguru memang benar benar momen yang wajib hukumnya jika datang ke Austraia. Di Australia, tepatnya di Adelaide banyak sekali tempat-tempat untuk bisa menikmati dan bermain bersama binatang khas aussie seperti kanguru, walabi, dan emu. Kamu bisa datang ke Adelaide zoo, atau yang paling terkenal itu adalah Kangoro Island. Di sini kamu juga bisa melihat langsung penguin juga dolphin. 
Kota Kampus
The University of Adelaide, Flinders University, University of South Australia(SA), merupakan 3 kampus besar yang paling sering diburu oleh mahasiswa Luar Negeri terutama Indonesia. Ketiga kampus ini sangat mudah dijangkau oleh mahasiswa. Tempat-tempat tersebut benar-benar memfasilitasi mahasiswa dengan kecanggihan teknologi yang luar bisa. Semua serba teknologi. Dilengkapi dengan sumber belajar yang mumpuni, mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri. Bagi pelajar Indonesia yang tinggal di Adelaide, SA mereka memiliki komunitas untuk menjalin silaturahmi di PPIA (persatuan pelajar Indonesia) SA. Banyak sekali komunitas komunitas pelajar Indonesia yang menyalurkan ilmunya di sini, seperti GoLive Indonesia. Tentunya banyak club-club lainnya yang siap menampung anda untuk menambah ilmu dan network dengan mahasiswa local maupun internasional lainnya. 



Rindu Indonesia?
Lama tidak makan makanan Indonesia? Kangen pedesnya nasi Padang? Nikmatnya makan semangkuk Bakso Malang? Atau Lalapan dan Nasi Kuning? Bakulan temptanya. Bakulan merupakan salah satu store yang menyediakan aneka makanan juga segala makanan dan bumbu asli dari Indonesia. Yah walaupun harga jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga di Indonesia, setidaknya rindu makan makanan Indonesia bias terobati kan?. Kalau ingin tahu menu-menu yang ditawarkan, cukup bergabung saja di group Facebook “Rombengan Adelaide”. Biasanya menunya di patok sekitar harga7-10$ seperti mie Ayam dengan harga 8$ satu porsi. Atau jika ingin berhemat ala anak kos, biasanya mahasiswa Indoneisa di sini sering catering makanan ke Bu Asanah, beliau asli Malang yang sudah menetap lama di sini. Harganya cukup terjangkau, setiap container perlu membayar 7$ saja. Jika tidak mau ribet, mampirlah ke Pondok Daun yang ada di Currie st. Di situ kamu juga akan menemukan segala macam menu ala Indonesia. Untuk belanja keperluan masak bias dating juga ke Asian Grocery, dan harganya pun cukup terjangkau oleh mahasiswa.
Kalau Lebaran? Atau Tujuh Belasan Hari Kemerdekaan? Bagi yang muslim, di Adelaide juga ada masjid jika ingin menunaikan sholat Jumát misalnya. Namun masjid di sini hanya 1 atau 2 saja, beda jauh dengan Indonesia. Rindu suara adzan itu sudah pasti. Adelaide Mosque merupakan salah satunya. Banyak pelajar Indonesia yang sengaja dating ke sini untuk sholat dan bertemu muslim lainnya.
Independent Day atau hari kemerdekaan juga dirayakan di sini. Banyak warga Indonesia yang katanya setiap tanggal 17 juga ikut memeriahkan acara ini. Dengan mengenakan beberapa pakaian adat Indonesia tentunya. Tidak sabar rasanya untuk ikut berpartisipasi di acara tujuh belasan Agustus mendatang.

                Begitulah, sisi kota kecil di ujung selatan Australia. Banyak tempat lainnya yang cukup menarik tentunya. Jika ingin sekedar berlibur, siapkan tiket jauh-jauh hari. Cari promo tiket ke Adelaide dari Bali, biasanya jika beruntung kamu bias mendapatkannya dengan harga 1 jutaan saja. Tunggu apalagi?

Saturday, March 19, 2016

KANGGURUUUUUUUUUU (Victor Harbor Trip)

Posted by Upiet at 2:32 PM 0 comments
Belum afdol rasanya kalau sudah tinggal di Aussie tapi belum ketemu sama Kangguru. Yapss, salah satu ikonik Aussie ini memang bener2 fenomenal banget. heheh. Dan berkesempatan ketemu sama kangguruuuuu itu anugerah luar biasa yang pernah Allah berikan. hwaaa alay2 :D

Taraaa.....

Masih dalam rangka Orientation week(O'week) dari kampus, kebetulan waktu main ke ISCnya kampus ada tawaran untuk ikut Victor Harbor Program untuk mahasiswa internasional yang baru nyampek Aus. Sayang kalo mau dilewatin gitu aja. Waktu itu cuma bayar 15$.

Awalnya kita diajak maen ke Victor Harbour untuk mampir di Granite Island. Liat penguin di pinggir pantai gitu. Foto2 nih.
Granite Island
Sama Mbak Yulia, yang katanya mirip aku. ehhehe
Bareng duo China, Sofie and Elain

Kita juga sempet makan siyangg. huooooww.. kalo makan di sini emang luamayan mahal. Apalagi masih kebiasa ngonverse ke rupiah wkwkwk.. Coba liat, makanan ini kalo di converse ke Indo bias dapet 10 mangkuk Bakso loh. hihih.

Puas jalan2 dan kehujanan basah2. Oya, kemanapun kamu pergi usahain cek forcast dulu gaes. Di sini beda banget sama Indo. Kadang panas tang2, terus tiba2 hujan deres itu biasa brohh.. Sayangnya gabawa paying jadi  njedindil hahah.

Finally, arrived at Urimbirra Wildlife Park. Hwaa yang ditunggu2 akhirnya datang. Sebelum masuk biasanya kita beli makanannya kangguru dulu. Satu kantong seharga 1$. Di sini gada guidancenya. Jadi tinggal masuk aja terus ketemu dehhhh sama kangguru yang lagi asikkk lompat2.
Akkk lucunyaaaa. Kangguru yang ada di sini kebetulan yang masih kecil. Agak geli2 juga pas kasih makan si Kanggurunya ini. hihihi.

Kita juga ketemu sama koala. Koala itu BAIK, asal gak diganggu. kebetulan koalanya terbatas jadi kita cuma bias liat koala nya yang lagi manjat2 gitu. Sempet pegang bulunya lembut juga gaes. eheheh..

Di sini banyak juga sih hewan2 Aussie lainnya. YOU MUST BE HERE>

Assalamualaikum Aussie

Posted by Upiet at 1:30 PM 0 comments
How are yahhh???
hehe,, duhh lama nian gak curhat di sini.
Apa kabar yang di sana? Sehat?
Upit di sini sehat kok, #apasih.

Sudah sebulan lebih merantau ke Adelaide, South Australia untuk belajar di Adelaide University. Tentunya banyak cerita yang gak bakal habis kalau diceritain lewat sini. Suka duka mah itu pasti yah.

8 Februari 2016, pagi itu sekeluarga, bapak sama ibuk lagi rempong2nya ngurusin si mbarepnya ini mau hijrah ke negeri kangguru.  Tepat pukul 5 sore akhirnya sampai di Bandara Juanda ditemani ibuk, si ragil sama paman. Sayangnya bapak ndak bisa ikut waktu itu. sedih deh. huhu.



Dibawah kepakan sang Garuda, sore itu aku meluncur ke CKG Bandara Soehat. Sampai di JKT sekitar pukul set 9. Ketemuan sama mbak Shinta sama Mas Shoni. Sambil nunggu pesawat kita narsis dulu nih. eheheh..

Pesawat berangkat sekitar jam 11, dan menempuh kurang lebih 9 jam. Waktu itu ketemu sama bapak2 yang udah jadi PR di Melbourne. Bapaknya cerita banyak tentang Aussie. Dann dannn karena gueh lagi mabuk peswattt, yahhh akhirnya kau memutuskan tidur dan gak mau ngomong sampe pagi. Entah sejak kapan aku kena syndrome mabuk peswat ini. huhu. perut munek2. Ndka enak makan. Kan sedih :( . Sampai akhirnya tepat pukul 9am kita sampai di Melbourne.

9 Februari 2016.
Yeayyy,, FINALLY LANDED in Melbourne, Australia. Waktu itu kita sempet di cek bagai kita gara2 mas Soni katanya bawa abon. Mitos sih katanya kalo ke Aussie gaboleh bawa makanan yang mengandung daging, dan banyak larangan ini itu. Nyatanya all is fine guys. Soal banyaknya bagasi yang katanya cuma 35 kg. Akk ternyata boleh tuh lebih. huhuh agak sedih soalnya bnayak barang yang tak tinggal. heheu. Di Melbourne kita dibantuin sama Dira temenya mbak Shinta. DI SINI serba self-servive brohh. Beda jauh dengan Indo yang kalau mau masuk bandara, check in timbang bagasi masih diurus sama pegawai maskapai. Kalau di sini jangan harap coii.. NEHIK. Semua kita yang urus. Alhamdulillah ada temenya mbak shinta yang udah lama tinggal di Aussie.

 Meluncur ke Adelaide, SA dan tiba di sana sekitar pukul 1 pm.
Masih gak percaya. Ini beneran aku udah di Aussie?
Akkk... masih kayak mimpi.
AKhirnyaaa... Allah menjawab setiap mimpi2 itu. Syukron ya Rabb. :D

ASSALAMULAIKUM ADELAIDE
Setiba di bandara, kami- Upit, Shinta, sama Mas Soni disambut oleh Adelaide Representative yang sengaja dikirim untuk menjemput kita. Setelah muter2 sekitar 20 menit, Upit sama Shinta sampai di rumah Becky, 97a North Terrace, College Park. Kalau mas Soni tinggalnya di Mile End sama mas April dan Mas Abdul.

Sesampainya di rumah, jengg jenggg... kita harus nunggu sekitar sejam lebih karena Becky nya masih di luar. Kita di telfon dan suruh ambil kunci di bawah Tong Sampah. Yang bikin lucu disini tuh kunci pintunya beda broo. Kita coba berkali-kali gak kebuka. Jelas saja wong cara bukanya itu beda banget. hehehe. Di sini tuh kalo mau buka pintu sambal ditarik/didorong. Walhasil kita panas2an, dan duduk2 manis di bawah pohon.


Taraaa,,, setelah kepanasan, akhirnya Becky muncul. Kita dipersilahkan masuk. Duh Becky ini baik banget orangnya. Waktu itu kita dipinjemin hp buat telfon orang rumah soalnya wifinya belum dipasang. heheu melas coii.

Kita istirahat sejenak. leyeh-leyeh. Karena masih jet-leg, pusing kepala adek ini bang. heheu.
Dan hari itu juga, ternyata Becky punya anak kecil, masih 6 tahun namanya Jamie. Well, kita kenalan. Daaannn, yang bikin shocked si Jamie kalo ngomong English ngewes cepet pula. heheu. Buat kamu ntar yang maen ke Aussie, siap2 yak orang sini ngomongnya lebih cepet ddari yang kalian kira waktu di Indo. heheh.

Becky ini udah pernah tinggal di Indo juga bias Bahasa Indonesia. Hari pertama itu juga kita diajak muter2 Adelaide. Di kenalin  tempat2 di Adelaide. Diajak maen juga ke rumahnya Bu Asanah. Ternyata eh ternyata bu As ini orang Ngalam broo.. yowess ngomonge panggah jowoan. hahahha. Welehhh.

Sayangnya waktu itu masih belum ada wifi. Jadi gak sempet kasih kabar2 ke temen2.
Tapi,,,,,,
Hari pertama di Aussie, so far so good.
Menyenangkan.
Terimakasih ya Rabb.'
Terimakasih Pak Buk,
Makasih juga Becky mbak Shin Juga.
Makasih buat kamu

Sunday, January 3, 2016

Pengalaman TES IELTS Plus TOPTIPS Ala-Ala Ayas

Posted by Upiet at 8:40 PM 32 comments
          
  Di sini saya gak akan jelasin apa itu ielts karena kalo kamu gugling pasti udah banyak penjelasanya bahkan trik-trik, kelas online, panduan, buku semuanya luwengkapppp. Aku di sini cuma mau kasih cerita dan pengalaman sewaktu ambil tes yang paling booming akhir2 ini, heheh, terutama yang lagi hunting LPDP. Yuhhh :D
            Aku sudah 2 kali ikut tes ielts, yang pertama overall cuman nyampek 6 dan gak ada kampus yang mau nerima ielts segitu, kebanyakan mintanya minimal 6.5, dan Alhamdulillah yang ke 2 nutut, :D. Buat kamu yang mau tes ielts, eitss buat kamu yang masih awam coba kenalan dulu gih sama IELTS. PDKT dulu yess. Heheh. Jangan langsung kencan dulu. :p
Langsung aja cuss. Nah, mungkin ini yang bisa kamu lakukan sebelum ambil ielts. Soalnya tes ielts itu mahal gaes, 3 juta-an, cukup bikin tabungan kandas L. Jadi tau rasanya kalo gak nyampek target kita. Heheh itu nyesek binggoooo brohh :( 
Ikut ielts preparation
Aku pernah 2 kali ikut les ielts. Pertama awal 2015 yang lalu aku ikut les di Azet language (IDP malang) selama 10 meetings. Yah paling nggak kamu dapat ilmu apasih ielts itu, gimana bentuk2 soalnya, kisi2nya, dan tentunya latihan2 kerjain soalnya. Nah, kalo di tempat les ini ada pilihan mau privat atau in group, kalo privat lebih mahal cuman kamu bisa focus dan intens sama tutornya. Jadi kalo kamu mau belajar writing bisa dijelentrehin sampe akar2nya. Ini beda banget sama yang aku ambil di IDP Bandung. Sistemnya di sini di kelas dengan jumlah murid diatas 10, kebayang kan ramenya hehe. Sistemnya juga workshop, jadi cuman kayak ngasih trik2 jitunya si ielts gitu. Of course gak bisa intens sama tutornya, karena kesanya kayak tutor centered gitu. Dannn harganya mahal banget, mungkin di tempat2 lain kayak IALF juga sama. MAHAL, 2 jeti coiiiii. Jadi buat yang gak punya duit banyak mending ambil course yang murah tapi juga gak kalah. Kamu bisa belajar di Pare. Kata temenku di sana 1 bulan dipatok harga sekitar 500 ribuan per 2 minggu. BEDA JAUH KAN? Hahaha. Di pare juga katanya drilling dapet. Jadi kamu belajarnya dari pagi sampe malem. Widihh… siap2 tenaga ekstra deh pokonya. Demi IELTS. Hehehe
Belajar Otodidak alias Self Study
Nah ini cocok buat kamu yang mungkin ada basic di bahasa inggris. Eiitsss,, meskipun kamu mentang2 udah bisa bahasa inggris belum tentu juga loh ieltsmu bagus. Kayak aku hihi. Aku sampe ambil 2 kali tes. :D. Ielts itu butuh latihan latihan latihan. Percuma kalopun bahasa inggrismu udah “ngewes” tapi gak tau seluk beluk ielts, jangan harap bisa dapet bagus. Hihi. Jadi buat kamu yang pengen belajar ielts sendiri, bisa sih bisa. Kamu bisa search sumber2, buku, trik2 jitu di gugel banyak. Kalo aku dulu belajar pake buku Cambridge dari 1-10. Cuman yang ku print dari 6-10. Aku kerjain soal-soalnya yang ada di situ. Kalo untuk listening sama speaking kan ada answer key nya jadi habis ngerjain bisa dicocokin, trus bisa diukur lewat scoring ieltsnya. 

Nah, kalo habis ngerjain reading sama listening habis tau scorenya trus cusss ke soal selanjutnya, nehikkkk don’t do this. Kamu review lagi jawabanmu, kamu cek lagi kenapa kamu bisa bisa salah jawab. Terutama buat listening, sehabis kamu ngerjain coba dengerin lagi tuh recordingnya sambil nyemak transcriptnya. Kalo reading sih kendalanya ada di waktu. Gimana pinter2nya kamu manage aja sih. Sering2 latihan, sering2 kerjain soal2. The more you practice, the better it is.  
Nah, masalahnya ada di writing sama speaking. Di sini kamu gak bisa kalo belajar sendiri. Apalagi writing. Writing itu butuh feedback dari yang lebih expert. Kalo kamu punya temen anak Bahasa Inggris coba deh minta cek in writing mu ke mereka. Lihat juga band description nya. Criteria2 yang dinilai apa aja. Begitu juga dengan speaking. Kalo speaking kamu bisa rekam lewat hp kamu terus kamu dengerin. Oya coba juga gugling contoh2 speaking sama writing ielts dengan band2 tertentu, misalnya “Speaking band 7 IElTS”, tuh keywordnya. Kamu bisa belajar juga dari mereka. Dan kalo menurutku yang paling challenging itu writing. Tapi sedihnya nilaiku yang paling juelek malah listening. Enggak tau kenapa gak toefl gak ielts listening paling jelek. Aku paling lemah di sini. Padahal orang bilang ini skill yang paling mudah buat dapet score tinggi. hehe Menyedihkan.
Oya dulu aku pas belajar ielts sendiri aku obrak abrik web ini nih http://ieltsadvantage.com/ It is worth banget kalo menurutku. Coba deh di cek ricek. heheh . Di situ nanti bakal dijelasin kesalahan2 yang biasa dibuat oleh tes-taker plus penyelesainya. Komplit dah. (y) WAJIB LIAT. :D
 Latian, latian, latian, dan latiaaannnnnn.
Katanya pak Alex ceo IALF SBY waktu promo di UB dulu, orang native English yang makanan sehari2nya bahasa inggris aja belum tentu ieltsnya bagus, mereka juga harus latihan ngerjain ielts, hlah apalagi kita? hahah. Kudu mesti ekstra ekstra “kuwerasss”. Latian latian dan latian. Biasanya dalam sehari aku harus latian minimal 1 skill, entah reading, atau writing. Tapi kalo speaking sama listening itu bisa digabung2in. Soalnya itu kan gak makan waktu banyak. Coba kamu kerjain reading, pasti selese2nya kamu langsung lapar. Hahah. Pokoknya latian terussss dahh. Jangan sampe berhenti latian kalo kamu belum ngerasa jenuh dan bosen, sampek kamu pengen muntah liat soal2 ielts. Kalo kamu udah gak kuat, bolehlah melambaikan tangan sejenak. Maen2 hape, ambil napas, makan2, leyeh2, nonton tv, apa aja dah yang penting biar otaknya gak spaneng heheh. Abis itu balik dah kerjain lagi. Kalo diawal2 latian bolehlah ya ngerjain tanpa timing. Selagi kamu ngeh dan kenalin dulu jenis2 soalnya. Satu dua kali bisa, tapi kalo kamu merasa udah siap plissss, kerjain soal2 tersebut under exam. Kamu timing pake stopwatch di hape pintarmu itu. Latih dirimu buat terbiasa ngerjain 40 soal untuk reading dan 2 tasks untuk writing. Kalo listening mah gak pake timing, cuman latihan aja buat transfer jawaban kamu ke answer sheet dalam waktu semenit itu. Trus kalo speaking sih latian yang penting tuh yang di part2. Latian ngomong selama 2 menit non stop trus rekam, kamu dengerin ulang atau kalo punya temen coba ajak temenmu buat latihan speaking. Seenggaknya kamu bikin timetable. Hari ini kamu belajar apa, besok apa. Atau kalo nggak, di Cambridge tuh kan banyak soal, coba deh kamu kerjain 1 hari 1 practice. Kalo bisa intensive gaes belajarnya. Tapi godaan males itu kapanpun pasti ada. Saya akui itu. Hahaha. Udah  yang penting mah kamu niat ya?. Rajin2 latian pokoknya.
Jangan lupa skor kamu tulis di timetable kamu, biar tau progress kamu sejauh ini. Udah ada penigkatan belum. Sudah mendekati target belum. Selamat berlatih. :D
Ikut ielts prediction.
Nah kalo kamu belum begitu yakin sama kemampuanmu coba deh ikut ielts prediction. Biasanya sih akurat nilainya. Tapi gak jamin juga. Duluuuuu, dulu sih waktu di Bandung aku pernah ikut ielts mocking alias aiyelt prediksi. Peuhh, kebanyakan emang mahal, itu sekitar 200 ribu sekian. Buat kamu yang di bandung kalo menurutku jangan ke ied*c. kenapa? Udah pelayanannya gak memuaskan, pas ujian juga gak di timing, dan yang paling ngeselin tuh kita udah bayar mahal2, soal yang dikasih ke kita itu soal bekas sisa orang, jadi soal habis dipake orang yang habis dioret2 trus dihapusin tuh jawabanya sama petugasnya, habis itu dikasihin lagi ke orang yang mau tes, gak mbondit banget intinya. Makin ngeselin lagi tuh, tentang jadwal, bilangnya habis written tes, itu speaking. Elahdalah ternyata suruh nunggu sampek set 5, males banget udah jauh2 suruh nungguin, akhirnya aku mutung hahah, lagian mbaknya gak konsisten sih. Trus yang unik tuh pas speaking, yang nguji bukan native sih, waktu itu aku speaking mentok dikasih 5 doang coiiiii gara2 katanya setiap aku ngomong setiap kata aku imbuhin huruf D. Shocked banget hahah, baru kali ini dibilangin gitu, masalahnya aku gak pernah ngomongnya gitu. Entahlah namanya juga diberi masukan, katanya sulit dapet nilai bagus, ehh untungnya pas tes asli kedua2nya malah dapet 7. Jadi buat kamu kalo pengen ikut prediction pilah pilih dululah ya. Katanya di IALF itu bagus, soalnya langsung dari Cambridge, cuman nilainya keluar dalam 6 minggu. Atau kalo gak ialf sering ngadain ielts2 prediction cuman kadang minus speaking. Kalo ada pameran2 pendidikan di IDP nih yang paling getol ngadain ielts prediction. Jadi sering2 cari info cari yang gratis2 aja kalo menurutku. :D
Pas Ujian, HARI HAH
Saran aja sih, kalo rumahmu jauh dari tempat tes datanglah lebih awal. Dulu pas lagi di
bandung tempatnya di dago kalo yang IDP bandung, itu lumayan deket cukup naik angkot dari UPI. Hlah kalo di IALF jauh dari Malang, so pasti kudu cari penginapan. LUMAYAN pula nginep semalam 300 ecu brohh. Demi apah coba, kalo gak demi ielts :D.
Usahain pagi sarapan dulu. Minta doa restu Ibu ya? Heheh. Biar dilancarkan ujiannya. Pas waktu tes ada beberapa prosedur yang harus dilakukan.
>  Pas poto. Usahakan klo yang pake hijab, pake warna agak gelap biar ntar disertifikatnya kelihatan. Soalnya bakal dibuat hitam putih. Cekrek cekrek udah, cusss finger print. Kalo dibandingin sama tes English lainnya e.g TOEFL atau TOEIC, IELTS jauhhh lebih ketat. Keamanan terjamin. Jadi buat cari joki IELTS kagak bakal ada dah. Hehe.
>  Masuk ruangan juga akan dicek satu2. Boleh bawa minum, cuma kalo bawa botol ber-MEREK, merknya harus dilepas. Kalo dibandingin test IELTS di IDP Bandung sama di IALF SBY tempatya lebih nyaman di IALF soalnya kita akan ditaruh di ruangan kecil, jadi gak terlalu banyak orang, cukup ruwileks, dan bisa fokus, kalo di IDP Bandung semua tumpek blekkk jadi satu ruangan. Kurang nyaman. Eits, tapi ini gak ngaruh sama nilai loh ya gaes. Satu hal yang perlu kalian tahu kalo tes IELTS hilangkan mindset di tempat ini lebih bagus than situ. ENOOOOOO. Kagak ngaruh. Karena semua soalnya tetap aja sama dari sononya. Heheu. JANGAN LUPA bawa pensil cadangan yaaa. Bawa 3 atau 4 boleh, raut atas bawah dah. Soalnya pas ujian kita gak bakal sempet raut pensil. :D
>  Pas sebelum dimulai, kita dikasih briefing tentang aturan2nya test. Biasanya test dimulai pukul 9 sampe jam 12an. Ini khusus untuk yang written test gaes, meliputi listening, reading, sama writing. Untuk speaking terpisah, tergantung antriannya. Kalo dulu waktu di IDP bandung, aku dapetnya 2 sebelum written test, Cuma kalo pas di IALF SBY hari itu juga, dan dapet antrian mbuntil jadi agak paling sore pulangnya. Huhu.
  Bismillahirohmanirrohim. Waktunya mengerjakan. Pertempuran dimulai. HAJAR Brohhh. Heheh. Wait, do’a do’a do’a, jangan lupa. Niat ingsung mengerjkan IELTS biar diberi kemudahan dan kelancaran. Hilangkan pikiran soal nilai. Fokus fokus fokus. Urusan nilai dipikir entar. Urusan target 6.5 atau 7 abaikan sejenak. Karena IELTS itu kuncinya satu, FOKYUSSSSS.
LISTENING: KONSENTRASI. Jangan nglamun kayak aku. Hahah. Gasadar kalo udah mulai jadi nomer 1 kelewat. Hwa menyedihkan. Untuk listening aku kurang expert. Hihi. Cuma lebih membantu bikin prediksi dulu, kalau untuk part 1 lumayan mudah, tapi semakin ke balakang semakin cepet recordingnya dan semaking kompleks. Hweh. Sewaktu intructurnya bacain guidancennya manfaatkan buat baca2 part3 atau part 4. Setidaknya ada gambaran kira2 jawabanya apa. Kalo aku biasanya kalo ada keyword seperti alamat, nama, tempat, entah itu noun, verb coba lingkari atau bikin underline. Penting juga untuk one atau two wordnya. Jangan sampe kamu gak baca perintahya. Alamat bahaya itu. Heheh. Untuk macam2 jenis soal LISTENING bisa flow chart, ABCD-an(multiple choice), fill in the blank dsb. Lebih detailnya liat blog tadi yes?. Bagiku amat sangat cukup membantu ketika kamu mendengarkan sambil bikin small note disamping soal(Soalnya boleh dioret2 tapi gaboleh dibawa pulang). Sambil dengerin sambil nulis. Setidaknya kalau kamu gak nangkep jawabanya bisa guessing, dan mendekati benar. JANGAN BIARKAN KOSONG. Kalau gatau awurrr saja sudah. Jangan lupa kalau mengawur baca bismillah. Heheh. Setelah 40 soal kelar. Kita dikasih waktu untuk transfer jawaban kita ke answer sheet. Untuk listening dan reading answer sheetnya bolak balik sama reading.
READING: Untuk reading, saya dapet nilai pas2asn, 6.5. Reading itu kuncinya fokyusss juga. 40 soal juga, semakin ke belakang semakin bikin blank pula. Dasarnya aku kurang suka reading. Jadi pas bagian akhir agak keteteran. Tiap orang punya caranya sendiri untuk kerjain reading, cuma kalau menurutku, biar lebih mudah tiap kamu baca satu paragraph coba bikin note d sampingnya tentang main topicnya, kalau kamu udah terbiasa baca kalimat pertama dan keduanya mungkin langsung nemu main ideanya, Cuma kalau agak susah baca skimming lalu simpulkan. Jangan lama2 juga pas bacanya nanti waktu habis buat baca soal. Ini sangat membantu untuk soal HEADINGS. Untuk TRUE FALSE juga membantu. Bisa juga kamu baca soal dulu kemudian baru baca teksnya. Cuma agak negblank kadang di tengah2nya. TIME MANAGEMENT ya gaes jangan lupa. Aku sempat keteteran pas di passage 3. Kelabakan di bagian YES NO QUESTION, ini sempat gak baca teks, karena otak sudah lelah. Untuk bagian ini sebenarnya bisa diakalin, kalian jawab YES aja semua. Dari 6-7 soal bisa setidaknya nyangkut 3 jawaban benar. Lumayan untuk menambah score kita. heheh. 
WRITING: Writing di bandung dulu part 1 dapetnya table. Wahhh ini bikin myumet. Untuk part 2 dapet topic PROBLEM SOLVING, kalo tidak salah tentang olahraga untuk orang sibuk, kenapa mereka jarang OR dan solusinya. Kalau sewaktu di IALF part 1 dapet bar chat dan part 2 nya dapet opinion tentang dengan adanya internet apakah orang sudah tidak perlu pergi ke museum atau tempat2 bersejarah. Ini topik2 setelah aku tes ternyata sudah ada di gugel, coba deh di cek ya. Hehe.
Aku kurang bisa untuk writing ini, karena bagiku writing itu the most challenging part. Heheh. Tipsnya mah cuma satu, banyak2 latian, kenali jenis2 soal writing, bandingin writing dengan band score 5, 6, atau 7. Pelajari pula kalau targetmu pengen dapet 7, kriterianya task achievement, coherence and cohesion, lexical resourse, grammatical range and accuracyband 7 itu gimana.
SPEAKING: Ini part yang paling ane suka gaes. Heheh. Kuncinya tenang. Seloww. Be expressive. DON’T BE NERVOUS buat ngobrol sama bule. Kalo di bandung dulu dapet examinernya MARJI, beliau ibu2 sudah agak tua, kalem murah senyum. Tak terasa 20 menitan lewat begitu cepat. Sampe lupa yang diomongin apa hehe. Waktu speaking ntar suara kita akan direkam pake recorder jadi sepakingnya agak keras. Pertama2 examinernya akan ngenalin diri, trus masuk part 1, basa basi soal YOURSELF, part 2, kita dikasih topic trus speaking selama 2 menit, part 3 kita disucuss sama examinernya. Waktu di bandung dapat topic managemen ekonomi, bahas tentang perusahaan. Taraaaaa, bingung gada paham2nya soal bisnis. Yang untung part 2 saya disuruh jelasin tentang perusahan/bisnis sukses di kotamu. Helahdalah malah aku jelasin pabrik kompleks M di kampung saya, BLOK M, makroni, marning, keripik. Wkwkkw. Waktu tes gak sadar, eh pas keluarnya jadi pengen ketawa sendiri. Haduh2. Selanjutnya basa basi tentang dunia bisnis masa depan, bedanya dulu sama sekarang, kalo kau mau bikin perusahan kamu mau dibikin seperti apa. Kamu mau rekrut karyawan macam apa. Sekilas begitu. Alhamdulillah dapet 7.
Cuma yang paling berkesan itu waktu di IALF. Hahaha dapet examiner cakep muda, ramah, kalau mau test dijemput dulu pula. Ciyehhh asekk. Cuma lupa siapa namanya dulu. Di IALF examinernya masih muda2 pless kinyis2. Hihi. Topiknya agak ringan juga. Awalnya basa basi tentang vegetable dan fruit. Bedanya konsumsi buat dan sayur sewaktu kecil sam yang sekarang. Dan bisa-bisanya yang bikin gue ngakak tuh, sewaktu aku tes lagi musimnya BUAH MANGGA, kok ya aku cerita sekarang lagi musim mangga aku suka makan mangga. Ini gagal fokus gara2 examinernya kece. Hahaha, becanda2. Part 2 ini makin gagal fokus. Dapet soal untuk menceritakan seorang anak kecil yang bikin kita ketawa(konteksnya past tense). Sayang seribu sayang, aku gak ngeh kalo konteksnya itu PAST TENSE, hwaaa. Dan belum sampe 2 menit aku kehabisan bahan, dan speechless. Akkkkk. Untungnya mas examinernya kasih semangat, dipancing2 gitu. Hihi. Dan paling seneng topic part 3. Ahaiii. Bahas soal jodoh dan pernikahan. Tentunya bagaimana mendidik anak. Uhukkkk..Wakawka. Ini isinya curhatan semua. Ditanya idealnya menikah itu umur berapa? Kalo siap nikah itu harusnya seperti apa? Kalau kamu punya anak nanti kamu bebaskan atau kau kekang soalnya anak sekarang syusah diatur? Dan blahhh blahhhh.  This is the end of the speaking test. See you, have nice day. :D. Agak pesimis soalnya gapuas sama jawaban waktu test, tapi Alhamdulillah rejekinya dapat 7. Cihuii.
Yang paling penting speaking itu, sebelum masuk ruangan coba tarik nafasssss dalam2 3 kali, pas masuk langsung kasih your sweet smile, hiiii. Kalo pas di ialf gabisa kasih smile, wong dari di jemput dia smile trus. Hahah. Eye contact penting juga, trus juga kalo examiner ngajak salaman, yo monggo disalamin. IDIOM jangan lupa yah, kalo mau dapet 7 seenggaknya masukkin idiom sewaktu speaking, yang tentunya sesuai konteksnya. Ntar mentang2 ngoleksi idioms semua dipake, salah kamar pulak. Bahaya bisa ngurangin skor juga. Watch out!
6.      Berdoa dan Pasrah
Bagiku pasrah adalah bagian dari usaha. Di dalam pasrah terdapat kesabaran. Asekk. Haha. Asli ielts itu selain ujian bahasa Inggris juga ujian kesabaran. Tiap hari dibikin galau, mau makan gak nafsu. Nunggu nilai ielts keluar ibarat orang hamil nunggu lahiran. Hihi. Berjuang sudah, tinggal pasrah dan berdoa. Sholat tahajud, minta sama Allah biar diberi nilai IELTS 7. Amin. Jangan terlalu spaneng sama ielts. Jangan terlalu mengerjar urusuan duniaaa yang satu ini. Dan pastinya Do’a ibumu, dikabulkan Tuhan. Begitu kata bang Haji. :D Terimakasih banyak2 pula untuk bapak2 ibuk yang selalu non stop mendoakan si gadisnya ini. Thankiss :*
7.      Result Day
Jeng jeng, setelah 13 hari menanti. Hyuhhh rasanya menanti nilai score ielts keluar tuh lebih bikin deg deg an, berdebar hati berdebar, bahkan keringat kecucuran dibandingkan mau ketemu mantan calon mertua. Wakwkwkwkw. SERIUS INI! :p
Jadwal result online bisa diakses via webnya IELTS. Kalo kita tinggal di Indo nilainya baru bisa diakses jam 1 siang. Trus untuk sertifikatnya dikirim lewat ke rumah. Satu hal yang perlu kamu perhatikan, ntar kalo mau ambil tes trus berkas nya mau dikirim, jangan pake P*S INDONESIA. Pelayanannya gak memuwasssskan. ASLI. Menyebalkan pula. Haih. Rikues JNE aja. Heheh.

SEKIAN. Dannnnn selamat berkencan dengan IELTS yahh. Hahaha. Kalo belum lolos, emmm asli sulit move on dari tes yang tiap siang malam bikin kepikiran terus ini. Kalo kencan jangan lama2 pula dengan IELTS. Hahah. SEMANGAT YAAAAAA???? YOU CAN DO IT!!!!!!
SIYUUUUUUUUU. SEMOGA BERMANFAAT YESSSS. :D 

Saturday, October 24, 2015

Hidup Itu Harus Sombong, Pelit dan Miskin (Mr. Black’s Motto)

Posted by Upiet at 9:17 AM 0 comments

        Haiiiii, gaes.. Kumaha Damang?
        Emmmm Sundaan pisan euy….
        Iyaaa dong, ahahaha
                  Soalnya postingan kali ini saya mau membahas salah satu pengajar terkece ane di Balai Bahasa UPI, Bandung. Perkenalkan, namanya Mr. Lukman Hakim, most people call him, Black. Why black?, FYI aja nih, Mr Lukman ini syukaaa binggooo sama sesuatu yang berwarna black alias item. Jadi, nggak heran kalo sepatunya item, bajunya item, jaketnya item, helemnya lohh juga item, rambut item?, yahh emang rambut dari sononya item. Trus muka muka gimana? Emmmm,,, enggak sih kalo item cuman manis, wakaka… muji nih muji.. :p. Anyway, saking sukanya item Mr Black ini suka banget sama kopi gaes, enggak heran banget kalo kemana-mana yang ditenteng itu bukan istrinya, tapi si KOPI. Kasian kan teh Diana?, #hlehhh pisss Mister. :). Oya, Mr Lukman ini aslinya TEGAL gaes, you know logat2 tegal2 kan? Hahah tapi Mister yang satu ini sudah lama pindah ke Bandung, jadi bahasa sundanya, weeeww it’s piece of a cake gaes. Hohohoho. Yaiyalah wong gedenya di bandung. Kumaha pisan? Hihihi. Dia tuh tutor paling gokil di kelas, dan expertnya di Listening skill. Tanya aja tuh soal2 TOEFL, apalagi listeningnya, pehhh, kecil coiiii. Dan hal yang paling gak bisa dilupakan tuh Mister Lukman demen banget kasih kita lagu2 gaes, and lagu yang paling ngena tuh, lagunya Sania Twain yang From this moment tuhh… aduhhhh bikin kangen kelas PPA UPI deh. Hik hik. Yaudah, terakhir2, beliau ini, ciehhh beliauu ini lagi suibuk ngerjain thesis s2 nya di UPI gaes, Universitas Pendidikan Indonesia. Wiiii prok prokk prokk, kasih semangat… hihihi. Nah kalo kalian, penasaran sama orangnya, sok mangga diliat. Taraaa…….. Hayo yang mana orangnya?
Yapss, itu tuh,  yang pake baju Ijo Tosca trus jacketnya diselempangin. :D
Kalo yang sampingnya itu Mr. Andrian, Mr. Cool katanya, ehehehe. Beliau PIC Balai Bahasa Upi gaes. :)

                    Dan setelah hampir 6 bulan diHAJAR, diajar maksudnya heheh sama Mr Lukman, kita sekelas baru ngeh semboyan mister yang satu ini. Kata Mr. Lukman, “HIDUP ITU HARUS PELIT, SOMBONG DAN MISKIN”, dan beliau ini paling getol ngaku2 kalo dirinya itu sudah miskin, pelit, sombong lagi. Wihhh sadisss binggooo… ahahahah. Kok semua negatif yakk?
                    Eitsss, tunggu duuluuu. Ternyata eh ternyata, this has a meaning gaes, but it is not the real meaning. Menurut Mr Lukman, We have to be ARROGANT. Kita harus sombong. Sombong di sini kita harus sombong terhadap kemalesan. So, kita gaboleh males2an gaes. It means that we have work hard to achieve what we want to get. Trus, You have to be STINGY alias kamu mah harus pelit. Pelit di sini bukan berarti kita gak mau ngasih apa yang kita punya, tapi kamu harus pelit sama kesalahan. Jangan terlalu banyak membuat kesalahan yang akan mempersulit hidupmu, jadi pelitlah dalam membuat kesalahan. Salah sedikit boleh, tapi gausah banyak2. Lastly, you have to be POOR. Kamu harus miskin gaes. Miskin bukan berarti kita gapunya duit terus ngemis ngemis gitu,#hiks melass, tapi kamu harus merasa miskin ilmu, it leads you to learn harder and harder. Intinya merasalah kalau ilmu yang kamu punya itu masih kurang, jadi kamu bakal semangat buat cari ilmu terus terusss dan terus dan jangan pernah SUDAH merasa kalo ilmu yang kamu punya itu udah kaya, udah banyak, NO WAY. Hehehhe
SO, itulah pengertian dibalik motto hidup Mr. Lukman. Gimana? Ngena bingitsss kan? Hehhehehe… Yahh semoga bisa diambil ilmunya ya?, Learn from it gaes.
Oke gitu ajah,,,
See you when I see you…
Dahhhhh, :*


 

Upiet Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review